Kembali ke Artikel
HomeArtikelPendidikan
Pendidikan

Arjun Roy Dorong Transformasi Diaspora Indonesia dari Komunitas Menjadi Kekuatan Strategis Bangsa

Rian

Rian

Tim Redaksi Diaspora Nusantara

16 Jun 20265 min baca
Arjun Roy Dorong Transformasi Diaspora Indonesia dari Komunitas Menjadi Kekuatan Strategis Bangsa

Indonesia memiliki jutaan diaspora yang tersebar di berbagai negara dengan beragam latar belakang profesi dan keahlian. Mulai dari akademisi, peneliti, profesional, pengusaha, tenaga kesehatan, hingga pelaku industri teknologi, diaspora Indonesia menyimpan potensi besar yang dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Bagi Arjun Roy, penggagas Diaspora Nusantara dan mantan Ketua PPI India, sudah saatnya Indonesia mengubah cara pandang terhadap diaspora.

"Diaspora Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai komunitas warga negara yang berada di luar negeri. Mereka adalah aset strategis bangsa yang memiliki pengetahuan, pengalaman, jejaring internasional, dan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia," ujarnya.

Menurut Arjun, banyak negara telah berhasil memanfaatkan diaspora sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Kontribusi diaspora tidak hanya berbentuk remitansi atau investasi, tetapi juga transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi riset, hingga diplomasi ekonomi.

Berangkat dari pengalaman berorganisasi di tingkat internasional serta membangun jejaring diaspora Indonesia di berbagai negara, Arjun melihat masih terdapat kesenjangan antara potensi diaspora dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.

Melalui inisiatif Diaspora Nusantara, ia mendorong terciptanya platform yang mampu memetakan talenta diaspora Indonesia secara lebih terstruktur dan terhubung dengan kebutuhan nyata di tanah air.

Menurutnya, pemetaan diaspora tidak hanya mencatat lokasi keberadaan seseorang, tetapi juga kompetensi, pengalaman profesional, bidang keahlian, serta potensi kolaborasi yang dapat dibangun bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

"Indonesia memiliki bonus diaspora yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membangun jembatan yang menghubungkan talenta Indonesia di luar negeri dengan kebutuhan pembangunan nasional," jelasnya.

Arjun meyakini bahwa diaspora dapat menjadi katalisator pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, teknologi, investasi, kewirausahaan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi yang lebih terstruktur, diaspora Indonesia diharapkan mampu menjadi mitra strategis bangsa dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Ke depan, Diaspora Nusantara diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan talenta Indonesia dunia dengan berbagai peluang kontribusi di tanah air.

"Sudah saatnya diaspora Indonesia tidak hanya dikenal sebagai komunitas global, tetapi juga sebagai kekuatan strategis bangsa yang berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia," tutup Arjun Roy.

Artikel Terkait Lainnya