Kembali ke Artikel
HomeArtikelBerita Nasional
Berita Nasional

Arjun Roy: Pembangunan Nasional adalah Maraton, Bukan Sprint. Belajar dari India, Saatnya Memberdayakan Generasi Muda sebagai Motor Pembangunan Nasional. Beri Mereka Kepercayaan, Kesempatan & Tanggung Jawab.

Rian

Rian

Tim Redaksi Diaspora Nusantara

29 Jul 20265 min baca
Arjun Roy: Pembangunan Nasional adalah Maraton, Bukan Sprint. Belajar dari India, Saatnya Memberdayakan Generasi Muda sebagai Motor Pembangunan Nasional.  Beri Mereka Kepercayaan, Kesempatan & Tanggung Jawab.

Menurut Arjun, Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki bonus demografi sekaligus peluang emas untuk menjadi negara maju. Namun, peluang tersebut tidak akan terwujud hanya melalui pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan nasional membutuhkan investasi jangka panjang pada manusia, karena sumber daya manusialah yang akan menentukan arah, kualitas, dan keberlanjutan pembangunan bangsa.

"Pembangunan fisik dapat diselesaikan dalam hitungan tahun, tetapi membangun manusia membutuhkan komitmen lintas generasi," ungkapnya. Oleh karena itu, Indonesia perlu menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas strategis dalam setiap kebijakan pembangunan nasional.

Menurut Arjun, salah satu contoh yang dapat dipelajari Indonesia adalah India. Dalam beberapa dekade terakhir, India berhasil membangun ekosistem yang mendorong lahirnya jutaan talenta di bidang teknologi, sains, kesehatan, dan kewirausahaan. Investasi yang konsisten pada pendidikan, pengembangan keterampilan, serta keberanian memberikan ruang kepada generasi muda telah melahirkan banyak profesional dan pemimpin yang kini berkiprah di perusahaan-perusahaan global maupun membangun industri di negaranya sendiri.

"Keberhasilan India bukan terjadi dalam semalam. Itu adalah hasil investasi jangka panjang terhadap manusianya. Indonesia memiliki potensi yang sama, bahkan bonus demografi yang sangat besar. Tantangannya adalah apakah kita berani memberi kesempatan kepada generasi muda untuk tumbuh, memimpin, dan mengambil peran sejak hari ini," ujar Arjun.

Arjun menilai generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Mereka memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta waktu yang panjang untuk melanjutkan estafet pembangunan. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan harus diberi kesempatan menjadi pelaku utama yang merancang, menjalankan, dan menyempurnakan pembangunan Indonesia di masa depan.

Lebih lanjut, Arjun menekankan bahwa pemberdayaan generasi muda tidak cukup diwujudkan melalui pendidikan formal saja. Negara, dunia usaha, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas diaspora perlu membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, inovasi, riset, kewirausahaan, pelayanan publik, maupun diplomasi internasional. Kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda akan melahirkan rasa tanggung jawab serta mendorong lahirnya kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam konteks global, Arjun juga memandang diaspora Indonesia sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Ribuan diaspora Indonesia yang berkarya di berbagai negara membawa pengalaman, jejaring internasional, pengetahuan, dan inovasi yang dapat menjadi modal besar bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, diaspora bukan sekadar representasi warga negara di luar negeri, tetapi merupakan mitra strategis dalam mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan talenta, peningkatan investasi, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

"Pembangunan nasional harus dipahami sebagai sebuah estafet. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi berikutnya agar mampu melangkah lebih jauh. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi juga sejauh mana kita menyiapkan manusia yang akan melanjutkannya di masa depan," jelas Arjun.

Menutup pandangannya, Arjun Roy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih berani mempercayai generasi muda. Menurutnya, memberikan ruang, kesempatan, dan kepercayaan kepada anak muda bukan sekadar investasi bagi individu, melainkan investasi bagi masa depan bangsa.

"Pembangunan nasional adalah maraton, bukan sprint. Jika kita ingin Indonesia menjadi negara maju, kita harus mulai berinvestasi pada manusia sejak hari ini. Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan waktu yang panjang untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh bekal, kesempatan, dan kepercayaan untuk menjadi motor pembangunan nasional. Itulah pelajaran penting yang dapat kita ambil dari keberhasilan India dalam membangun sumber daya manusianya," tutup Arjun Roy.

Artikel Terkait Lainnya