Dari Sumatera Utara untuk Indonesia: Samson Sembiring Dorong Pemberdayaan Pemuda, UMKM, dan Ekonomi Kerakyatan
Rian
Tim Redaksi Diaspora Nusantara
Sumatera Utara — Pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari proyek berskala besar. Di berbagai wilayah Indonesia, perubahan juga tumbuh melalui pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha kecil, pembinaan generasi muda, serta inovasi sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari sejumlah kegiatan yang dijalankan DPW Laskar Generasi Indonesia Berani Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Samson Sembiring.
Program kerja yang dihimpun organisasi tersebut mencakup sektor sosial, kepemudaan, UMKM, olahraga, pertanian, ketahanan pangan, hingga pengelolaan lingkungan.
Dari UMKM hingga Pemberdayaan Pemuda
Salah satu perhatian DPW Sumatera Utara adalah penguatan ekonomi masyarakat.
Di Kota Medan, organisasi tersebut memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM sabun cair “Mom Clean”, dengan orientasi pada pendampingan dan perluasan pengenalan produk lokal.
Di Binjai, Samson bersama jajaran juga melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi untuk membahas kolaborasi pengembangan sumber daya kepemudaan dan UMKM. Pertemuan tersebut juga diberitakan media pada Mei 2026 sebagai pembahasan penguatan UMKM dan penciptaan aktivitas produktif bagi masyarakat.
Sementara pada bidang sosial, kegiatan bakti sosial dilakukan kepada masyarakat kurang mampu serta petugas kebersihan lingkungan di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo.
Anak Muda dan Olahraga
Pemberdayaan generasi muda juga dilakukan melalui olahraga. DPW Sumatera Utara mendukung SSB Singalor Lau United dalam keikutsertaannya pada Piala Soeratin U-15 Sumatera Utara 2026.
Dokumen program kerja mencatat tim tersebut mencapai posisi empat besar tingkat Sumatera Utara. Keikutsertaan Singalor Lau United dalam Piala Soeratin U-15 tingkat Provinsi Sumatera Utara juga diberitakan pada Agustus 2026.
Pertanian, Lingkungan, dan Ekonomi Sirkular
Program lainnya menyentuh sektor pertanian dan lingkungan.
Salah satunya adalah pengembangan pupuk organik cair bernama “LG Subur”, yang diarahkan untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus mendukung pertanian organik berkelanjutan di Tanah Karo.
Program budidaya maggot Black Soldier Fly juga dikembangkan dengan memanfaatkan limbah sisa makanan. Dalam dokumen program kerja, limbah organik diolah menjadi biomassa yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Pada awal September 2026, Samson juga dilaporkan sempat menyampaikan program pemberdayaan generasi muda dan pemanfaatan limbah organik berbasis budidaya maggot dalam pertemuan singkat dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sela kunjungan kerja Wapres di Sumatera Utara.
Membuka Jembatan antara Daerah dan Diaspora
Bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, berbagai inisiatif di daerah dapat dilihat sebagai salah satu pintu untuk tetap terhubung dengan perkembangan di Tanah Air.
Diaspora memiliki pengalaman, pengetahuan, jejaring profesional, akses pasar, dan perspektif internasional yang dalam konteks tertentu dapat dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat daerah.
Produk UMKM Sumatera Utara, misalnya, dapat memperoleh wawasan mengenai standar produk dan pasar internasional. Sektor pertanian dapat memperoleh pertukaran pengetahuan mengenai teknologi dan praktik berkelanjutan. Sementara generasi muda daerah dapat diperkenalkan kepada jaringan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman global.
Keterhubungan semacam ini tidak harus selalu dimulai dengan proyek besar. Kolaborasi dapat tumbuh dari kebutuhan konkret masyarakat dan kapasitas yang benar-benar dimiliki diaspora.
Samson Sembiring: Pembangunan Harus Memberikan Dampak Nyata
Samson menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu fokus kegiatan DPW Sumatera Utara. Dalam dokumen program kerjanya, arah kegiatan tersebut ditekankan pada pengembangan ekonomi kerakyatan dan kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan warga.
Dalam pernyataan publik pada September 2026, Samson juga menekankan keterlibatan pemuda dalam kegiatan yang produktif dan memberikan dampak kepada masyarakat.
Dari UMKM, sepak bola usia muda, pertanian organik hingga pengelolaan limbah, berbagai program tersebut memperlihatkan beragam bentuk kegiatan pemberdayaan yang sedang dilakukan di Sumatera Utara.
Bagi diaspora Indonesia, cerita dari daerah seperti ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi kepada Tanah Air tidak selalu harus dilakukan dengan kembali menetap di Indonesia. Pengetahuan, jejaring, pengalaman, maupun akses internasional juga dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan potensi global dengan kebutuhan konkret masyarakat di daerah.